Pages

Jumat, 03 Januari 2014

MENGENAL PRINSIP GERAKAN IMM




IMM AL-FARABI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN AMPEL SBY


Sejarah kelahiran
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan bagian dari AMM(Angkatan Muda Muhammadiyah) yang merupakan organisasi otonom dibawah Muhammaadiyah.
Sesungguhnya ada dua faktor yang melandasi kelahiran IMM, yaitu faktor intern dan ekstern.
Faktor intern yaitu faktor yang terdapat didalam diri Muhammadiyah itu sendiri, sedangkan factor ekstern adalah faktor yang berawal dari luar Muhammadiyah, Khususnya Umat islam di indonesia dan pada Umumnya adalah seluruh umat dunia.
            Faktor intern sebenarnya lebih dominan dalam bentuk motivasi idealisme, yaitu motif untuk mengembangkan ideologi Muhammadiyah, yaitu faham dan cita cita Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah pada hakekatnya adalah sebuah wadah yang bercita-cita untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam, sehingga terwujud masyarakat yang sebenar-benarnya.
Mau tidak mau Muhammadiyah harus bersinggungan dengan Masyarakat bawah, atau masyarakat heterogen.Ada masyarakat petani, pedagang, peternakan dan masyarakat padat karya dan ada masyarakat administratif dan lainnya yang juga termasuk didalamnya masyarakat kampus atau intelektual yaitu masyarakat kalangan Mahasiswa.
            Persinggungan Muhammadiyah dalam maksud dan tujuannya, terutama terhadap masyarakat mahasiswa, secara teknisnya bukan secara langsung terjun mendakwahi dan mempengaruhi mahasiswa.Khususnya Para Muballighnya yang langsung terjun ke mahasiswa. Tapi dalam hal ini muhammadiyah memakai cara jitu yaitu dengan membentuk organisasi yang memungkinkan menarik animo atau simpati mahasiswa untuk memakai fasilitas yang telah di siapkan.
            Pada mulanya para mahasiswa yang bergabung atau yang mengikuti jejak-jejak Muhammdiyah oleh Muhammadiyah dianggapnya cukup bergabung dalam organisasi otonom yang ada dalam Muhammadiyah, seperti pemuda Muhammadiyah yang diperuntukkan pada mahasiswa dan Nasyi’atul Aisyiyah(NA) untuk Mahasiswi yang lahir pada 27 Dzulhijjah 1349 H dan pemuda pada 25 Dzulhijjah 1350 H.
            Anggapan Muhammadiyah itu lahir pada saat Muhammadiyah Muktamar ke 25 di jakarta pada tahun 1936 yang pada saat itu dihembuskan pula cita-cita besar Muhammadiyah untuk mendirikan perguruan tinggi Muhammadiyahdan pada saat itu dipegang oleh KH. Hisyam(1933-1937)dan pada saat itu dikatakan  bahwa anggapan dan pemikiran mengenai perlunya menghimpun mahasiswa yang sehaluan dengan Muhammadiyah yaitu sejak kongres ke-25 tersebut.
             Namun demikian keinginan untuk menghimpun dan membina mahasiswa Muhammadiyah pada saat itu masih vakum, karena pada waktu itu Muhammadiyah masih belum punya Perguruan tinggi seperti  yang diinginkan sehingga para mahasiswa yang berada di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang sudah ada pada waktu itu secara ideologi tetap ber ittiba’ pada Muhammadiyahdalam kondisi tetap mereka harus bergabung dengan PM, NA atau Hizbul Wathon.pada perkembangan keberadaan  mereka yang berada dalam ketiga otonom tersebut merasa perlu adanya organisasi khusus mahasiswa yang secara khusus anggotanya terdiri dari mahasiswa islam. Alternatif yang mereka pilih yaitu bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Bahkan ada image pada waktu itu yang menyatakan  bahwa HMI adalah anak Muhammadiyah yang diberi tugas khusus untuk membawa mahasiswa dalam misi dan visi yang dimiliki oleh Muhammadiyah, karena waktu itu ditubuh HMI sendiri dipegang oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah yang secara aktif mengelola HMI.
            Pada waktu itu Muhammadiyah secara kelembagaan turut mengelola HMI baik segi moral maupun material, sampai belakangan ini menurut data-data yang ada di PP Muhammadiyah(terutama PTM dan RS Sosial)secara materil turut membiayai hampir setiap aktivitas HMI baik mulai dari tingkat kongres sampai aktivitas sehari-hari. Disinilah sekali lagi bukan HMI yang turut menelorkan tokoh Muhammadiyah tapi sebaliknya bahwa Muhammadiyah yang dulu ikut aktif membesarkan HMI.mengapa hal itu dilakukan?? Jawabnya seperti dikemukakan diatas, bahwa HMI diharapkan akan tetap konsisten akan faham keagamaan yang di ilhami Muhammadiyah. Namun pada perkembangannya dahulu mengalami perubahan khususnya dalam independensi diinginkan oleh Muhammadiyah lebih cenderung liberal dalam segala aliran yang ada dalam teologi islam boleh mewarnai tubuh HMI aliran-aliran asy’ariyah, syiah, mu’tazilah, nasionalisme, sekularisme, pluralisme lainnya. Sementara dalam Muhammadiyah tidak independensi. Muhammadiyah ditekankan pada berpendapat namun masih dalam konteks wacana islam masih tetap berideologi Alqur’an dan As-Sunah dalam Muhammadiyah tidak mengenal madzab-madzab yang ada seperti madzab Hanafi, Syafi’i, Hambali, dan Maliki.
            Melihat fenomena diatas, HMI yang kian melesat kealam berideologi tersebut maka dengan diplomasinya pihak PP Muhammadiya mengeluarkan suatu policy atau kebijakan yaitu menyelamatkan kader-kader Muhammadiyah yang masih berada di jenjang pendidikan menengah atau pendidikan tinggi.
            Pada tanggal 18 November 1955 keinginan Muhammadiyah untuk mendirikan PTM ini PP Muhammadiyah melalui struktur kepemimpinannya membentuk departemen pelajar dan mahasiswa yang menampung aspirasi aktif dari pelajar dan mahasiswa.
            Maka pada saat muktamar pemuda Muhammadiyah pertama di Palembang tahun 1956 di dalam keputusannya menetapkan langkah ke depan pemuda Muhammadiyah tahun 1956-1959 dan dalam langkah ini ditetapkan pula usaha untuk menghimpun pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah agar kelak menjadi pemuda Muhammadiyah atau warga Muhammadiyah yang mampu mengemban amanah.
Untuk lebih merealisasikan usaha PP Pemuda Muhammadiyah tersebut maka, lewat KOPMA (Konferensi Pimpinan Daerah Muhammadiyah) se-Indonesia pada tanggal 5 shafar 1381/18 Juli 1962 di Surakarta, memutuskan untuk mendirikan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah). PP Pemuda Muhammadiayah pada saat KONPIDA ini masih belum berhasil melahirkan organisasi khusus mahasiswa Muhammadiyah. Pada saat itu masih boleh duduk dalam kepengurusan IPM.
            PP Pemuda Muhammadiyah yang oleh PP Muhammadiyah dan Muktamar ke-I di Palembang(1956) dibebani tugas untuk menampung aspirasi aktif para Mahasiswa Muhammadiyah, segera membentuk studygroup yang khusus Mahasiswa yang berasal dari Malang, Yokyakarta, Bandung,  Surabaya, Padang, Ujung pandang dan Jakarta.menjelang Muktamar setengah abad di Jakarta tahun 1962 mengadakan kongres Mahasiswa Muhammadiyah di Yogyakarta, dan dari kongres ini semakin santer upaya para tokoh pemuda untuk melepaskan departemen kemahasiswaan untuk berdiri sendiri. Pada tanggal 15 desember 1963 mulai diadakan pejajakan dengan didirikannya Dakwah Mahasiswa  yang dikoordinir oleh : Ir. Margono, Dr. Sudibyo Markoes dan Drs. Rosyad Sholeh. Ide pembentukan ini berasal dari Drs. Moh. Djasman Al-Kindi yang waktu itu jadi sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah. Dan sementara itu desakan agar segera membentuk organisasi Khusus mahasiswa dari berbagai kota seperti jakarta dengan Nurwijo Sarjono MZ. Suherman, M.Yasin, Sutrisno Muhdam, PP Pemuda Muhammadiyah Dll.
            Akhirnya dengan restu PP Muhammadiyah waktu itu diketuai oleh H.A. Badawi, dengan penuh bijaksana dan kearifan mendirikan organisasi yang khusus untuk Mahasiswa Muhammadiyah yang diketuai oleh Drs. Moh. Djasman Al-Kindi sebagai koordinator dengan anggota M. Husni Thamrin, A. Rosyad Sholeh, Sudibyo Markoes, Moh. Arif, dll.
            Jadi Pendiri Ikatan Mahasiswa Mhammadiyah dan pencetus nama IMM adalah Drs. Moh. Djasman Al-Kindi yang juga koordinator dan sekaligus  ketua pertama. Muktamar IMM yang pertama pada tanggal 1-5 mei 1965 di Kota Barat, Solo dengan Menghasilkan deklarasi yang dibawah ini :
DEKLARASI SOLO
1.      IMM, adalah gerakan Mahasiswa Islam
2.      Kepribadian Muhammadiyah, adalah landasan perjuangan IMM
3.      Fungsi IMM, adalah sebagai eksperimen Mahasiswa dalam Muhammadiyah (stabilisator dan dinamisator)
4.      Ilmu adalah amaliyah IMM dan amal adalah ilmiyah IMM
5.      IMM, aadalah organisasi yang sah mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, dan falsafah negara yang berlaku
6.      Amal IMM, dilahirkan dan diabadikan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa

Selanjutnya yang juga termasuk faktor Intern dalam melahirkan IMM adanya motivasi atas kalangan keluarga Muhammadiyah. Dalam upaya mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah baik yang berada di struktural ataupun diluar dan partisipan, baik yang berekonomi atasmenengah maupun bawah harus dapat memahami dan mengetahui Muhammadiyah secara general ataupun  secara spesifik sehingga tidak muncul kader-kader  Muhammadiyah yang radikal(berwawasan Sempit). penegasan motivasi etis ini sebenarnya merupakan interpretasi (pemahaman) dari firman Allah SWT. Dalam QS. Al-Imran: 104 yang diharapkan kader-kader IMM dapat merealisasikan motivasi etis diantaranya dengan melakukan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, fastabiqul khoirot(berlomba-lomba dalam kebajikan dan kebaikan).
Faktoe Ekstern , yaitu sebagaimana yang tersebut diatas baik yang terjadi ditubuh umat islam sendiri maupun yang terjadi dalam sejarah pergolakan bangsa Indonesia. Yang terjadi di masyarakat Indonesia pada zaman dahulu hingga sekarang adalah sama saja, yaitu kebanyakan mereka masih mengutamakan budaya nenek moyang yang mencerminkan aktivitas sekritistik dan bahkan anemistik yang bertolak belakangdengan ajaran islam murni khususnya dan tidak lagi sesuai dengan  perkembangan zaman. Hal semacam ini menimbulkan signitifitasi(bias) yang begitu besar, utamanya pada kalangan mahasiswa yang memiliki kebebasan akademik dan seharusnya memiliki pola pikir yang jauh, namun karena dampak budaya masyarakat yang demikian membumi, mereka akan menjadi jumud dan mengalami kemunduran.
            Pergolakan OKP(organisasi Kemasyarakatan Pemuda) atau organisasi mahasiswa periode 50 sampai 60-an terlihat menemui jalan buntu untuk mempertahankan independensi mereka dan partisipasi aktif dalam pasca proklamasi(era kemerdekaan) RI. Hal ini terlihat sejak pasca kongres Mahasiswa Indonesia pada tanggal 8 Juli 1947 di Malang Jawa Timur, yang terdiri dari HMI, PMKRI, PMU, PMY, PMJ, PMKH, MMM, SMI, yang kemudian berfusi( bergabung) menjadi PPMI( Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia). PPMI pada mulanya tampak kompak dalam menggalang persatuan dan kesatuan diantara mahasiswa , namun sejak PPMI menerima anggota baru pada tahun 1958 yaitu CGMI yang berkiblat dan merupakan anak komunis akhirnya PPMI mengalami keretakan  yang membawa kehancuran. PPMI secara resmi membubarkan diri pada oktober 1965.
            Sebenarnya sebelum PPMImembubarkan diri, sekitar 1964-1965 masing-masing organisasi yang berfusi dalam PPMI itu saling berkompetisi dan sok revolusioner untuk merebut pengaruh para penguasa waktu itu, termasuk juga bung Karno yang tak luput dari incaran mereka. Hal ini diakibatkan karena masuknya CGMI dalam PPMI yang seakan mendapatkan legitimasi dari pihak penguasa waktu itu, sehingga CGMI terlihat besar, HMI pun saat itu hampir rapuh akibat ulahnya sendiri, karena pada saat itu PKI merupakan partai terbesar dan pendukunganya selalu meneriakkan agar HMI dibubarkan. HMI yang melihat kondisinya rawan tidak tinggal diam, dengan segala upayauntuk mengembangkan sayap dan memperkokohnya, HMI kembali berusaha mendapatkan legitimasi kesana kemari untuk menangkal serangan dari PKI yang berusaha membubarkannya.
            Pada saat HMI terdesak itulah IMM lahir, yaitu pada 14 maret1964. Inilah sebabnya, ada stereo tape atau persepsi yang muncul ke permukaan bahwa IMM lahir sebagai penampung anggota-anggota HMI manakala HMI tidak jadi dibubarkan oleh PKI, Maka IMM tidak perlu lahir, Namun persepsi yang terputar itu tidak rasional dan kurang cerdas dalam menginterprestasi fakta dan data sejarah.
            Interprestasi yang benar dan rasional sesuai dengan data dan fakta sejarah adalah IMM salah satu faktor historisnya adalah untuk membantu eksistensi HMI agar tidak mempan atas usaha-usaha yang akan membubarkannya, dan sesuai dengan sifat IMM itu sendiri yang akan selalu bekerjasama dan saling membantu dengan saudaranya( saudaranya seakidah islam) dalam upaya beramar ma’ruf nahi mungkar yang merupakan prinsip perjuangan IMM.
            Itulah sekilas kelahiran IMM yang sampai saat ini masih ada oknum-oknum yang mempersoalkannya(walaupun sudah terbit buku yang menangkal isu tersebut dengan judul” kelahiran yang dipersoalkan” oleh Farid Fathoni). Dan sekarang kita telah tahu bahwa IMM lahir memang merupakan suatu kebutuhan Muhammadiyah dalam mengembangkan sayap dakwahnya dan sekaligus merupakan suatu aset bangsa untuk berpartisipasi aktif dalam kemerdekaan ini.
            Karena IMM merupakan suatu kebutuhan intern dan ekstern itu pulalah, maka tokoh –tokoh PP Pemuda Muhammadiyah yang berawal dari HMI kembali ke IMM sebagai anak atau ortom Muhammadiyah. Mereka yang dulu turut mengembangkan HMI disebabkan karena IMM belum lahir dan keterlibatan mereka ditubuh HMI hanya sebatas mengembangkan ideologi Muhammadiyah. Dan sampai sekarangpun HM I masih dimasuki oleh kalangan mahasiswa dari berbagai unsur ormas islam yang pada akhirnya berbeda dengan orientasi Muhammadiyah. Mungkin, untuk menangkal klaim seperti tersebut PP Pemuda Muhammadiyah diatas, adalah bahwa para aktifis akan berdirinya IMM dan NA yang berusaha mengusahakan berdirinya IMM tidak terlibat dalam aktivitas HMI langsung maupun tidak langsung. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah benar-benar murni didirikan oleh pimpinan pusat Muhammadiyah yang diketuai oleh Bapak H.A. Badawi.

Tujuan IMM
Mengusahakan terbentuknya akademisi islamyang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah

Enam Penegasan IMM
a.       Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam
b.      Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM
c.       Menegaskan bahwa fungsi adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah
d.      Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi mahasiswa yang syah dengan menindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara
e.       Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah
f.       Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahita’ala dan senantiasa diabadikan untuk kepentingan rakyat

Identitas IMM
a.       Ikatan mahasiswa muhammadiyah adalah organisasi kader yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan dalam rangka mencapai tujuan muhammadiyah.
b.      Sesuai dengan gerakan Muhammadiyah, maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memantapkan gerakan dakwah di tengah-tengah masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa.
c.       Setiap anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus mampu memadukan kemampuan ilmiah dan akidahnya.
d.      Oleh karena itu setiap anggota harus tertib dalam ibadah, tekun dalam studi dan mengamalkan ilmunya untuk menyatalaksanakan ketakwaan kepada Allah SWT.

Perlu diingat pula, dengan adanya identitas IMM yang telah dirumuskan tersebut diatas sama sekali tidak terkandung makna bahwa IMM memiliki kepribadian yang berbeda dari kepribadian Muhammadiyah, sehingga seolah-olah memiliki kepribadia n ganda.
Kepribadian Muhammadiyah adalah secara conkrit juga kepribadian IMM akan tetapi dikarenakan fungsi eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah.
            Ciri –ciri khusus yang membedakan dari mahasiswa lain itulah yang dirumuskan dalam identitas IMM didalam gerak perjuangannya dalam keagamaan, kemasyarakatan dan kemahasiswaan untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.
     
Trilogi
a.       Keagamaan
b.      Kemahasiswaan
c.       Kemasyarakatan

Trikompetensi Dasar
a.       Religiusitas
b.      Intelektualitas
c.       Humanitas

Slogan
Anggun dalam moral
unggul dalam Intelektual

Nilai Dasar Ikatan
a.       IMM adalah gerakan mahasiswa yang bergerak tiga bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan
b.      Segala bentuk gerakan IMM tetap berlandaskan pada agama Islam yang hanif dan berkarakter rahmat bagi sekalian alam
c.       Segala bentuk ketidak adilan, kesewenang-wenangan dan kemungkaran adalah lawan besar gerakan IMM perlawanan terhadapnya adalah kewajiban setiap kader imm
d.      Sebagai gerakan mahasiswa yang berdasarkan Islam dan berangkat individu-individu mukmin, maka kesadaran melakukan syariat Islam adalah suatu kewajiban dan sekaligus mempunyai tanggungjawab untuk mendakwahkan kebenaran di tengah masyarakat
e.       Kader IMM merupakan inti masyarakat utama, yang selalu menyebarkan cita-cita kemerdekaan, kemulian dan kemaslahatan masyarakat sesuai dengan semangat pembebasan dan pencerahan yang dilakukan Nabiyullah Muhammad SAW

Profil Kader Ikatan
a.       Memiliki keyakinan dan sikap keagamaan yang tinggi agar keberadaan di Ikatan di masa yang akan datang mampu memberi warna masyarakat yang mulai meninggakan nilai-nilai agamawi.
b.      Memiliki wawasan dan kecakapan memimpin karena keberadaan kader ikatan bagaimanapun merupakan potensi kepemimpinan umat dan kepemimpinan.
c.       Memiliki kecendikiawanan, mengingat spesialisasi dan profesionalisasi mempersempit cakrawala berpikir dalam sub bidang kehidupan yang sempit.
d.      Memiliki wawasan dan ketrampilan berkomunikasi, mengingat bahwa masa yang akan datang industri informasi akan mendominasi sistem budaya kita. Hal ini juga inhern dengan watak Islam yang dalam keadaan apapun juga selalu siap melaksanakan amar ma’ruf Nahi Munkar sebagai essensi dari komunikasi Islamisasi.

Falsafah Gerakan IMM
IMM sebagai gerakan Intelektual
dengan penurunannya “pemaksimalan akal dalam membaca fenomena untuk mencari kebenaran yang bersumber pada al Qur’an dan Sunnah terformulasikan dalam humanisasi, liberasi, trasendensi”.

Falsafah Perkaderan IMM
Yang berdasarkan nilai-nilai:
§     Uswahtun Hasanah
§     Pedagogi-Kritis
§     Hikmah

IMM  adalah organisasi kader jadi bukan organisasi massa, pengertian IMM sebagai organisasi kader harus ditafsirkan bahwa, setiap mahasiswa yang akan menjadi anggota IMM tidak cukup dengan memahami dan menyetujui AD/ART IMM saja, akan tetapi ia harus bersedia dan sanggup mendukung secara aktif cita-cita dan program-program organisasi, sertya salalu berusaha melaksanakan tuntunan-tuntunanNYA.
Disamping pengertian demikian, maka terkandung pengertian pula bahwa IMM sebagai organisasi kader yang berfungsi sebagai penggerak massa, yakni massa Angkatan Muda Muhammadiyah pada khususnya.selain itu pengertian IMM sebagai organisasi kader Muhammadiyah yakni intelegensia atau ulama yang besar akan menjadi tulang punggung dari gerakan islam Muhammadiyah, atau dengan kata lain sebagaimana lazim diistilahkan dilingkungan Muhammadiyah IMM adalah pelopor, pelangsung dan pelaksana amal usaha Muhammadiyah.
























DEKLARASI GARUT

Menyadari perlunya meningkatkan mutu “Ikatan“ sebagai aparat pembaharuan dan pengabdian, IMM menegaskan sekali lagi strategi dasarnya untuk pembinaan organisasi sebagai berikut:
·         KADERISASI
Membina setiap anggota IMM sebagi kader yang taqwa kepada Allah dan sanggup memadukan intelektualitas dengan ideologi, karena suksesnya perjuangan umat Islam Indonesia banyak ditentukan oleh kesanggupan para intelegensinya untuk selalu berjuang dengan landasan ideologi Islam.
·         KRISTALISASI
Membina setiap anggota IMM sebagi subyek dan aktifis ikatan yang setia sepenuhnya kepada ideologi dan loyal kepada organisasi. Pengalaman dan sejarah menunjukan bahwa untuk mencapai sasaran perjuangan organisasi sebagai aparat untuk mencapai sasaran tersebut, harus didukung oleh anggota yang meyakini kebenaran ideologi dan mengamalkannya serta aktif menunjang setiap aktifitas gerakannya.
·         KONSOLIDASI
Terus menerus menyempurnakan dan menertibkan organisasi, sehingga sebagai aparat perjuangan mampu mengantarkan “ikatan“ dalam mencapai tujuan perjuangan.
                                                            Garut, 28 Juni 1967, Konferensi Nasional II
                                                                                                Ikatan  Mahasiswa Muhammadiyah
DEKLARASI BAITURRAHMAN
Bismillahirrahmanirrahim
1.      Sejarah Perjalan Ikatan dimulai dengan Deklarasi Kota Barat, Solo, 5 Mei 1965 yang berisikan hasrat dan tekad kami untuk mewujudkan satu wadah pembinaan generasi muda Nasional yang kemudian kami namakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Walaupun masih dalam usia muda, namun kami sadari, bahwa segenap idea dan cita yang dilahirkan, dikembangkan dan diperjuangkan oleh pewaris nusantara yang terdahulu, yang bertekad untuk mewujudkan satu Bangsa Indonesia yang besar dengan satu tata masyarakat yang baru yang damai, adil sejahtera dalam naungan ridho Ilahi. Kami mengemban pula segenap ide dan cita yang didengungkan pada proklamasi 17 Agustus 1945, pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, pada kebangkitan nasional 20 Mei 1908, bahkan idea dan cita yang diperjuangkan oleh para Pahlawan Nasional yang terdahulu.
2.      Deklarasi Kota Garut, 28 Juli 1967, berisikan hasrat dan tekad kami untuk menjadikan ikatan sebagai aparat pembaharu, suatu proses yang selalu dituntut oleh satu bangsa ataupun satu kaum yang selalu menginginkan kemajuan. Demikian pula kami tegaskan dalam deklarasi tersebut, satu identitas kepribadian ikatan yang menuntut setiap pendukung ikatan untuk membekali dan melengkapi dirinya dengan kemantapan aqidah serta dengan kematangan intelektual, sebab kami yakin bahwa tantangan kehidupan masa kini dan mendatang hanya akan bisa dijawab oleh pribadi-pribadi yang matang, dewasa dalam keharmonisan serta perpaduan antara aqidah dan intelektualitas.
3.      Di tengah-tengah kepanikan umat dewasa ini akibat krisis kependudukan, moneter, pangan sumber-sumber alam yang tak tergantikan serta lingkungan hidup, maka kami berpendapat bahwa sebenarnya dibalik segala krisis yang disadari atau tidak, diakui atau tidak justru merupakan krisi utama, yakni krisis kemanusiaan. Tanpa diaukinya krisis kemanusiaan ini, maka krisis-krisis tersebut di depan tadi akan merupakan lingkaran setan tanpa akhir. Krisi kemanusiaan ini timbul akibat modernisasi tanpa arah ataupun sebagai akibat dipaksakannya suatu sistem hidup yang kurang memperhatikan faktor waktu, tempat dan kemampuan, dengan hanya mementingkan tujuan-tujuan jangka pendek. Krisi ini mulai timbul akibat cara berfikir yang terlalu rational dan mekanis sebagai bagian dari sesuatu program hidup yang pragmatis, materialistis, dimana manusia menjadi semakin kehilangan cakrawala hidup dan idealismenya. Oleh karena itu ikatan menyadari bahwa disamping tugas dan kewajiban kita untuk memberikan sumbangan dalam wujud sarana-sarana fisik di dalam pembangunan bangsa, maka kaum muslimin Indonesia mempunyai kewajiban pula untuk memberikan sumbangan dalam bentuk pembinaan manusia-manusia Indonesia baru yang tidak saja berilmu dan berkemampuan ketrampilan tapi juga memiliki sikap/sistem nilai budaya yang insani yang akan mempu memberikan arah, struktur dan percepatan yang proposional dalam pembangunan.
4.      Dalam usaha mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual berdasarkan Undang-undang 45 dan Pancasila, ikatan beranggapan bahwa azas kekluargaan dalam demokrasi Pancasila seyogyanya tidak diartiak sebagai suatu status hierarkis administrasi pemerintahan, melainkan sebagai bentuk persaudaraan yang universal yang bernilai filosofis. Kaum muslimin Indonesia mempunyai tanggung jawab moral untuk memberikan sumbangan yang berwujud satu perangkat sistem nilai yang tangguh yang kita gali dari khasanah sistem iman dan Islam bagi dasar filsafat persaudaraan universal yang tersebut di atas.

5.      Proses perubahan sosial adalah suatu proses yang selalu terjadi dalam sejarah kehidupan umat manusia itu. Proses ini dapat terjadi secara alami namun dapat pula pada suatu waktu dan tempat, didorongkan atau dilaksanakan baik dalam arah, struktur maupun faktor perepatannya. Diperlukan suatu kemampuan, keuletan serta seni untuk dapat membawakan diri dalam segala macam bentuk perubahan tersebut di atas agar peran dan fungsi ikatan sebagai aparat Islamiah dan amar ma’ruf nahi mungkar tidak berhenti karenanya. Dalam keadaan semacam itu jangan sampai ikatan kita kehilangan motivasi, arah serta gairah maupun dinamika hidup perjuangannya. Kami generasi awal yang telah mengantar kelahiran dan perjalanan hidup ikatan sampai hari ini dan kami generasi penerus yang kini memegang kembali pimpina ikatan senantiasa bertekad untuk mengemban amanah perjuangan ini demi kelangsungan peran dan fungsi ikatan dalam masyarakat yang selalu berubah dan berkembang.
Semarang, 25 Desember 1975 M/27 Dzulhijjah 1395 H

DEKLARASI KOTA MALANG
MANIFESTO KADER PROGRESIF
1.      IMM di usia yang hampir 40 tahun (usia nubuwwah) harus tampil digarda terdepan alias dalam perjuangan umat khususnya dikalangan mahasiswa dan bertekad mewujudkan satu bangsa Indonesia yang besar dalam suatu tata masyarakat baru yang damai, adil, sejahtera dalam naungan ridha Ilahi.
2.      Deklarasi Kota Malang, 31 Maret 2002 adalah hasrat untuk melahirkan kesadaran kolektif kader IMM dan kebulatan tekad kami untuk menjadikan IMM sebagai aparat pembaharu yang progresif, suatu niscaya untuk transformasi sosial menuju masyarakat berperadaban. Demikian pula kami tegaskan identitas kepribadian ikatan sebagi individu yang memiliki kemantapan aqidah dan kematangan intelektual dan progresifitas aksi, sebab tantangan perjuangan kini dan mendatang hanya bisa dijawab oleh postur kader progresif (mantap aqidah, matang intelektual, progresif dalam aksi).
3.      Di tengah krisi multidimensi, IMM bertekad memantapkan peran dan posisi sebagai pelopor gerakan kaum muda. Sebagai gerakan kritik vertikal dan pemberdayaan dan pencerahan horisontal. Dengan membangun kepeloporan dan mendemonstrasikan kekhasan intelektual gerakan IMM.
4.      Untuk mewujudkan Baldatun Tayyibah Warabbun Gafur, maka kaum muslimin Indonesia memiliki tanggung jawab khususnya Muhammadiyah lebih khususu lagi IMMuntuk memberikan lagi kontribusi berujud pada satu perangkat sistem nilai yang tangguh yang digali dari kahasanah sisitem iman dan Islam bagi dasar filsafat persaudaraan Universal.
5.      Sumpah kader pelopor-progresif : kader pelopor-progresif IMM mengikrarkan: Mengaku berbangsa satu; bangsa yang mencita-citakan keadilan; mengaku berbahasa satu; bahasa yang kebenaran; mengaku bertanah air satu; tanah air tanpa penindasan.
6.      Perubahan sebagai suatu yang nsicaya dalam sejarah umat manusia. Menuntut kader IMM tidak terlahir sebagai generasi kerdil ditengah kebesaran Zaman. Diperlikan suatu kemampuan, keuletan dan integritas untuk membawakan diri tampil elegan dan tidak terbawa arus. Bahkan menjadi pelopor perubahan menuju keadilan dengan tetap menegaskan peran dan fungsi ikatan sebagai aparat dakwah Islamiyah dan amar ma’ruf nahi mungkar.
7.      Kami generasi IMM telah mengantarkan sebagian dari sejarahnya dan hari ini senantiasa bertekad memanifetokan kader pelopor untuk perjuangan umay menuju kecermelangan Islam. Mari bergerak bersama. Progresif jangan terhenti pada jargon dan retorika. Demi kelangsungan peran dan fungsi ikatan dalam masyrakat yang selalu berubah dan berkembang.

Malang, 31 Maret 2002

MANIFESTO POLITIK 40 TAHUN
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
1.      Dalam prespektif gerakan IMM tetap mengedepankan aspek moral dan memperjuangkan politik nilai yang berbasis pada penguatan intelektualitas,
2.      Dalam usia kenabian, IMM harus dapat melepaskan diri dari ikatan ikatan primordialisme gerakan dan harus melebur dengan kekuatan pro demokrasi, pro rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat dan berkeadilan.
3.      IMM secara konstitusional mempunyai kewajiban untuk turut serta mendukung seluruh proses demokrasi termasuk memberikan penguatan kepada sang reformis untuk memipin bangsa. Dll. Sikap tersebut adalah lembaran baru perjuangan IMM ditengah nasib bangsa sedang menghadapi problematika yang cukup serius. Tindak lanjut dari sikap yang ketiga khusunya, DPP IMM telah menjadi salah satu kekuatan penyangga dari MPR (masyarakat peduli reformasi) sebagai alat perjuangan, walaupun pada akhirnya cita-cita tersebut masih belum berhasil, namun apa yang sudah diperjuangkan IMM melalui MPR tidak akan sia-sia.

Jakarta, 31 Maret 2004






LAGU PERJUANGAN

MARS MUHAMMADIYAH
Sang surya telah bersinar
Syahadat dua melingkar
Warna yang hijau berseri
Membuatku rela hati
Ya Allah Tuhan Robbyku
Muhammad junjunganku
Al-Islam agamaku
Muhammadiyah gerakanku
Di timur fajar cerah germerlapan
Mengusik kabut hitam
Menggugah kaum muslimin
Tiggalkan peraduan
Lihatlah matahari telah tinggi
Di ufuk timur sana
Seruan illahi Rabby
Sami’na wa atha’na
Ya Allah Tuhan Robbyku
Muhammad junjunganku
Al-Islam agamaku
Muhammadiyah gerakanku

MARS IMM
Ayolah, ayo... ayo…
Derap derukan langkah
Dan kibar geleparkan panji-panji
Ikatan mahasiswa muhammadiyah
Sejarah ummat telah menuntut bukti
Ingatlah..ingat…ingat
Niat tlah diikrarkan
Kitalah cendekiawan berpribadi
Susila cakap taqwa kepada Tuhan
Pewaris tampuh pimpinan ummat nanti
Immawan dan immawati
Siswa teladan putra harapan
Penyambung hidup generasi
Ummat Islam seribu zaman

RENUNGAN KADER
Seusai tahajjud
Ku merenung lagi
Siapa kemana
Diri hina ini
Lama ku tertidur
Dalam duniaku
Nanar ku memandang
Alam sekelilingku
Reff:
Beribu mujahid berguguran sudah
Beribupun Nampak semakin merentah
Namun kebetulan  tiada kunjung sirna
Bahkan  semakin menyesakkan dunia
Kini tiba waktu tuk kita tampilkan diri
Gelisah ummatku tak sabar menanti
Dalam ikatan telah bersemi janji
Hidup dijalan_NYA atau mati syahid

PERJUANGAN MUDA
Selamat datang wahai pejuang muda
Dalam IMM kita maju bersama
Ukir sejarah membelah cakrawala
Menepis kabut menguak fenomena
Harapan bangsa ada di pundak kita
Sebagai kader muda muhammadiyah
Jadi tumpuhan wahai kau tunas muda
Kita berjuang untuk nusa dan bangsa
Reff:
Raihlah cita-cita membangun nusa bangsa
Mari kita belajar, beramal dan berjuang
Harapan ummat Islam
Tuk menuju cita-citanya…2x

IMM PROGRESIF
Ikatan mahasiswa muhammadiyah
Bangga dengan DAD progresifnya
Pendukung cita-cita satu ikatan
Pelopor pelangsung dan penyempurna
Kota pahlawan jadi saksi utama
Perjuangan para kader ikatan
Progresif dalam gerakan mahasiswa
Pencerahan dan kemandirian bangsa
Reff:
Marilah immawan dan immawati
Tunjukkan satu bukti
Si kota yang bersejarah ini
Jayalah.. IMM.. jaya jayalah….



 

Blogger news

Blogroll

About