Pages

Jumat, 11 Juli 2014

Penelitian/Takhrij tentang Hadits Anjuran berdzikir kepada Allah SWT

A.    Latar Belakang Masalah
Ketika sesorang hamba senantiasa menegakkan perintah perintah llah dengan baik, maka Allah pun tidak akan segan untuk memberikan yang terbaik buad hambanya. Anjuran untuk senantiasa ingat terhadap Allah ialah suatu keharusan semua umat manusia, karena  Allah akan menurunkan malaikat untuk senantiasa menjaganya, dan rahmat akan selalu menertai gerak langkahnya.
Banyak sekali hadits yang telah menerangkan tentang seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan Allah. Dan itupun merupakan suatu keistimewaan tersendiri .
Maka dalam hal ini, peneliti akan membahas lebih dalam mengenai hadits tentang itu” , apakah hadits yang akan dibahas merupakan hadits dha’if atau tidak, dan bagaimanakah pemahaman hadits tersebut.
B.    Rumusan Masalah
1.    Bagaimana kualitas sanad hadits ?
2.    Bagaimana kualitas matan hadits ?
3.    Bagaimana kualitas hadits ?
Teks hadits
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حََّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ يُحَدِّثُ عَنِ الأَغَرِّ أَبِى مُسْلِمٍ أَنَّهُ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى أَبِى هُرَيْرَةَ وَأَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ »                                                      
C. STRUKTUR SANAD HADITS
1. Muhammad bin Mutsanna ibnu Basyar
2. Muhammad Bin Ja’far     
3. Syu’bah
4. Abi Ishaq
5. Aghorri Abi Muslim
6. Abu Hurairah/Sa’id Al-Khudri
Bagan sanadnya dapat disusun sebagai berikut:
                                                 








                                                       





                                          
D. BIOGRAFI  MASING-MASING  PERIWAYAT :
1.  Nama Lengkap
2.  Tahun Kelahiran dan Wafatnya
3.  Guru-gurunya
4.  Murid-muridnya
5.   Jarh dan Ta’dilnya.
1.    Muhammad bin Mutsanna ibnu Basyar
a. Nama Lengkapnya
Muhammad bin Mutsanna bin ubaid bin Qois bin Dinar Al Anzi, Abu Musa Al-Bashori Al-Hafidz, 
Tahun Kelahiran 167 H Tahun Kematian 252 H di Bashro
 Guru Gurunya
    Abu ishak ibrahim bin ishaq Al tholaqoni, Ibrahim bin Shalih bin dirhamul bahali, Ibrahim bin Umar bin bin abi Al waziir, Ibrahim bin yazid bin mardaniyah, Ahmad bin said al darimi, Azhar bin sa’du as saman, Asyath bin Muhammad kursyi, ishaq bin yusuf Al-Azraqi, Ismail bin ilyah, Asyhal bin hatim, Umayah bin Khalid, Badal bin mahbari, Basyar bin Umar az zahrani, bakar bin isa ar rasbi, hijaj bin Munhal, Al Hasan bin Habib bin Nadiyah, Husain bin Hasan Al-bashri, Hafs bin ghiyat, Abi An Nu’man Alhakam bin Abdillah al ajali, Muhammad bin Ja’far Ghandar
e. Murid Muridny
            bukhori , Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Abu Ya’la ahmad bin Ali bin Mutsanna Al Maushuli, Baqa bin mukhlid al andalusi, Ja’far bin Muhammad Al Faryabi, Al Husain bin Ismail Al Mahamuli, Zakariya bin Yahya As Sajazi, Sholih bin Muhammad al Asadi AlHafidz, Muhammad bin Yahya Al Dzahali, Yahya bin Muhammad bin Sha’id, Abu Hatim.

2.    Ibnu basyar
Nama lengkap: Muhammad ibn Basyar ibn Utsman Al A’bdi, Abu bakar Al Bishri, Bandar
lahir pada tahun 167 H dan wafat pada tahun 252 H
Gurunya: Ibrahim ibn Umar ibn Abi Al Wazir, Azhar ibn Sa’ad Al Saman, Umayah ibn Kholid, Badal ibn Mukhbar,Ja’far ibn Aun, Hijaj ibn Mihal, Muhammad ibn Ja’far Al Ghandar ,harmi ibn umarah, kholid ibn Al Harits,
Muridnya : Bukhori, Muslim, Abu Daud, tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibrahim ibn Ishaq,Ismail ibn Nufail Al Baghdadi Al Khilal, Ja’far ibn Ahmad As Syamati, Zakaria ibn Yahya As Saj’i 
Muhammad Bin Ja’far
a. Nama Lengkap
    Muhammad bin Ja’far Al Hadhali, Abu Abdillah Bashari, Tahun wafatnya 293 H/ 294 H
 Guru Gurunya
    Husain Al Mualim, sa’id bin Abi Urubah, Sufyan bin uyainah, syu’bah bin Hijaz, Abdullah bin Sa’id bin Abi Hindi, Abdul Malik bin Jariij, Usman bin Ghiyats, Auf Al A’rabi, Mu’mar bin Rasyid.
. Murid Muridnya
    ibrahim bin Muhammad , Ahmad bin hambal, Ahmad bin Abdullah bin hakim bin Al Kardi, Ishaq bin Rahwiyah, Basyar bin Khalid Al asykari, Abu Basyar bakr bin khalaf, khalf bin salim al Makhrami, Abu Khaitsamah Zuhair bin harb, Shadaqoh bin Fadhl Maruzi, Abbas bin Yazid Al Bakhrani, Muhammad Bin Basyar bandar, Ibrahim bin Muhammad bin ar’urah
3.    Syu’bah
a. Nama Lengkapnya
Syu’bah bin Hajjaj bin warad Al Ataky, Abu Busthomi Al Wasathi, Ubadah bin Al-Araghi, Yazid bin Mahla
Lahir: Pada tahun 82 H.
Wafat : Pada tahun 160 H di Bashroh
Guru-Gurunya:
Aban bin Tughlab, Ibrahim bin Amir bin Mas’ud Al Jamahi, Ibrahim bin Muslim Al-hajari, Ibrahim bin Muhajir, Ibrahim bin Maisarah,Abi Ishaq, Hatim bin Abi Shaghirah, Ismail bin Sami’, Al Aswad bin Qois, Asy’ats bin Suwar, Habib bin Abi Tsabit, Habib bin Zubair, Mansur bin zadan, Muhajir Abi Hasan, Musa bin Abi Aisyah, Musa Bin Abi utsman, Nu’man bin salim,
Murid Muridnya:
Muhammad bin Ishaq bin yasar, Muhammad bin Bakr, Al Barsani, Muhammad bin ja’far ghandar,Muhammad bin abdullah al anshori, Muslim bin ibrahim, Walid bin Nafi’, Yahya bin Abi Bakr, Wahab bin Jarir bin Hazim, Waqi’ bin Jarah, Musa bin Fadhil, nadhar bin Syamil,Abu Khalid Al-Akhmari, Yazid bin Harun.
Jarh Wa Ta’dil:
Menurut Ibnu Hajar: Tsiqoh, Hafidz, Bertaqwa
Menurut Tsauri: dia seorang Amirul Mukminin didalam bidang Hadits
Menurut Dhahabi: Amirul mukminin di bidang Hadits, Tsabit Hujjah, dan sedikit salah di Namanya
4.    Abu Ishaq
Nama lengkapnya: Amru bin Abdullah bin ubaid,ibnu Abi Sya’iroh, Al-Madani , Abu ishaq As-saibi Al-Kufi
Wafat pada tahun 129 H di kuffah
Guru gurunya :Arqom bin syarhabiil, Aridah At-tamimi, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Al-Aswad bin yazid, Al-Aghorri bin Salik, Al-Aghorri Abi Muslim, Anas bin Malik, Al-Bara’ Bin Azib,Jabir bin Samarah, Zaidah bin Qudamah, zakariya bin Abi Zaidah, Zuhair bin Muawiyah, ziyad bin Khoisamah, Sa’ad bin Sulaiman,zsufyan Atsauri, sufyan bin Uyainah, sulaiman bin Mu’adz,Suhail bin abi sholih, Syu’bah bin Al-Hijaj, Sulaiman At-taimi.
Murid-Muridnya:
Abban Bin Taghollub, Ibrahim bin Thohman, Abu Syaibah Ibrahim Bin Utsman Al-Abasyi, Ibrahim bin Maimun As-Shoighi, Israil bin yunus bin Abi Ishaq, Ismail bin Abi Kholid, Ats’ast bin Suwar, Abu Waki’ Al-Jarah bin malih Ar-Ruasi,Habib bin Syahid, Zakariya bin Abi Zaidah, Zuhair bin muawiyah, Zaid bin Abi Anisah, Sufyan bin Uyainah, Sulaiman At-Taimy, Sulaiman bin Mu’adz, Suhail bin Abi Sholih, Syu’bah bin Hijaz, Syu’aib bin Kholid Al-bajali
5.    Al-Aghorri Abi Muslim
     Nama lengkapnya: Al-Aghorri, Abu Muslim Al Madan
 Gurunya : Abi said al-khudri, Abu Huroiroh
Muridnya: Habib bin abi tsabit, tholhah bin mushrif, atho’ bin As Saaib, hilal bin yusaf, Abu Ishaq bin As sabi’i, Abu Ja’far Al fara’
Kredibilitas perawi menurut ibnu hajar ,ia adalah tsiqoh, sedangkan menurut Dzahabi tidak disebutkan tentang kredibilitasnya.
6. Abu Hurairah
Nama lengkap beliau adalah ‘Abdur Rohman bin Shakhr. Julukannya ialah Abu Hurairah. Beliau termasuk Shahibiy. Beliau lahir di kota Madinah dan wafat di kota Madinah juga pada tahun 57 H. Beliau pernah meriwayatkan hadits kepada Abi bin Ka’ab bin Qaisy, Usamah bin Zaid bin Hartsah, Bashrah bin Abi Bashrah dan sebagainya. Orang yang meriwayatkan darinya Ibrahim bin Isma’il, ‘Abdul ‘Aziz bin Murun bin al-Hakim, Hafish bin ‘Aashim bin ‘Umar bin al-Khattab, Sa’d bin al-Musayyab, Al-Aghary abi muslim dan sebagainya. Kredibilitas Abi Hurairah adalah ia seorang adil dan tsiqqah.
7. Abu Sa’id Al-Khudri
Nama lengkapnya: Sa’ad bin malik bin sinan bin ubaid bin tsa’labah bin Ubaid ibn Al-Abjar
Kunyah: Abu Sa’id Al-Khudri
Wafat: 63/64/65 H. dan sebelum 74 di madinah
Gurunya: Nabi Muhammad SAW, usaid ibn Hudhair, Jabir ibn Abdullah, Zaid ibn Tsabit, Abdullah ibn Salam, Abdullah bin Abbas, Utsman Ibn Affan, Ali Ibn Abi Thalib, Umar ibn Khattab, Abu Bakar As-sidiq, Abi Qotadah Al-Anshori, Abu Musa Al-Asy’ari
Muridnya: Ibrahim An Nakho’I, Ismail ibn Abi Idris, Al-Aghorri abu muslim, basar bin sa’id, Aflah maula abi ayyub al-anshori, Abu Amru basyar Al-Anshori Al-Mu’awy, Jabir ibn Abdullah, Al Hasan Al Bashori,
C.    Uji keTsiqohan sanad
Muhammad ibn Mutsanna
Menurut Al-Muzi  dan Ahmad ibn Hambal di dalam Tahdzibul Kamal: Tsiqoh, tatkala Abdullah ibn saad yahya ibn Manshur: saya bertanya Muhammad ibn Yahya An Naisaburi dari Abi Musa Muhammad ibn Mutsanna, maka berkata: Hujjah, dan menurut Sholih ibn Muhammad Al Hafidz: Shoduq, menurut Abu Hatim: Sholihul Hadits, Shoduq
Menurut Al Hafidz dalam Tahdzibul Tahdzib: meurut Dzahali: Hujjah. Jadi dapat disimpulkan bahwa Muhammad ibn Mutsanna adalah seorang yang tsiqoh
Ibnu Basyar
Menurut Ibnu Hajar, ia adalah seorang yang tsiqoh, sedangkan menurut Dzahabi ia juga seorang yang hafidz n tsiqoh
Menurut Abu Hatim: Shoduq, dan menurut Nasa’i: Sholih, tidak apa apa
Jadi kesimpulannya ia seorang yang tsiqoh
Muhammad Ibn Ja’far
menurut Abdurrahman ibn Abi Hatim: saya bertanya kepada bapakku dari Ghandar, maka berkata: ia adalah seorang yang Shoduq, Muaddiyan, dan dalam hadits Syu’bah: Stiqoh
dan Ai Ibnu Sa’ad: insyaallah Tsiqoh
jadi kesimpulan tentang Muhammad Ja’far ialah seorang yang Tsiqoh
Syu’bah
Menurut Inbu Hajr ia adalah seorang yang tsiqoh begitu juga menurut Dzahabi
Jadi Syu’bah adalah seorang yang tsiqoh
Al-Aghorri Abi Muslim
Al_Ajali berkata: dari golongan Tabi’in yang tsiqoh, dan Bizar berkata: tsiqoh
Dan Ibnu Hibban telah menyatakan di dalm ketiqohannya
Jadi kesimpulannya ,ia seorang yang tsiqoh
Abu Sa’id Al Khudri
Ia adalah seorang sahabat yang dekat dengan rosul, dan ia seorang yang tsiqoh, Shoduq



D.     Uji persambungan sanad
1.    Imam Muslim mengatakan : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى َ. Redaksi ini oleh Muhadditsin digunakan dalam periwayatan hadits dalam bentuk Sima’ah, yaitu pembacaan hadits oleh guru kepada murid. Dengan demikian berarti ada pertemuan antara Imam Muslim dengan Muhammad bin Mutsanna, dan ini berarti bahwa sanadnya : Muttasil.
2.    Muhammad bin Mutsanna mengatakan : ٌ. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ redaksi ini oleh Muhadditsin digunakan dalam periwayatan hadits dalam bentuk Sima’ah, yaitu pembacaan hadits oleh guru kepada murid. Dengan demikian berarti ada pertemuan antara Mutsanna dengan Muhammad bin Ja’far, dan ini berarti bahwa sanadnya : Muttasil.
3.    Muhammad bin Ja’far mengatakan : شُعْبَةُ. حَدَّثَنَا Redaksi ini oleh Muhadditsin digunakan dalam periwayatan hadits dalam bentuk Sima’ah,yaitu pembacaan hadits oleh guru kepada murid. Dengan demikian berarti ada pertemuan antara Ja’far dan Syu’bah, dan ini berarti bahwa sanadnya : Muttasil.
4.    Syu’bah mengatakan :  سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ يُحَدِّثُ Redaksi ini oleh Muhadditsin digunakan dalam periwayatan hadits dalam bentuk Sima’ah,yaitu pembacaan hadits oleh guru kepada murid. Dengan demikian berarti ada pertemuan antara Syu’bah dengan Abu Ishaq, dan ini berarti bahwa sanadnya : Muttasil.
5.    Abu Ishaq mengatakan عَنِ الأَغَرِّ أَبِى مُسْلِمٍ . periwayatan ini memang menggunakan redaksi An tetapi ‘An’anahnya tidak ada indikasi menunjukkan adanya keterputusan sanad, bahkan dapat dinyatakan bahwa sanadnya adalah muttasil, karena Abu ishaq adalah periwayat yang tsiqoh, dia bukan Mudallis.
6.    Al-Aghorri Abu Muslim mengatakan :
 أَشْهَدُ عَلَى أَبِى هُرَيْرَةَ وَأَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ. أ
Redaksi ini oleh Muhadditsin digunakan dalam periwayatan hadits dalam bentuk Sima’ah,yaitu pembacaan hadits oleh guru kepada murid. Dengan demikian berarti ada pertemuan antara Al-Aghori dengan Abu Hurairah dan abu sa’id Al-Khudri, dan ini berarti bahwa sanadnya : Muttasil.
G. UJI SYADZ - TIDAKNYA MATAN HADITS
            Sejauh yang peneliti tahu, hadits tentang : Anjuran dan manfaat untuk senantiasa berdzikir kepada Allah, dalam arti : tidak bertentangan dengan ayat-ayat al-Qur;an atau bertentangan dengan hadits-hadits lain yang satu tema yang lebih tinggi derajatnya. Dengan demikian dapat peneliti nyatakan bahwa hadits riwayat Muslim ini terbebas dari unsur syadz atau syudzudz.

H. UJI BERILLAT – TIDAKNYA MATAN HADITS
            Sejauh yang peneliti amati dan renungkan, hadits tentang : Anjuran dan manfaat untuk senantiasa berdzikir kepada Allah, tidak ada yang bertentangan dengan akal, ilmu pengetahuan, indra maupun fakta sejarah. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa hadits yang diteliti terbebas dari unsur illat
Riwayat lain yang matannya sama
حدثنا عثمان بن أبي شيبة، حدثنا أبو معاوية، عن الأعمش، عن أبي صالح، عن أبي هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله تعالى، يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم، إلا نزلت عليهم السكينة، وغشيتهم الرحمة، وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده














J. KESIMPULAN
1. Semua periwayat yang berjumlah 6 (enam) periwayat yang ada dalam sanad hadits, seluruhnya berkualitas : Tsiqah penuh,.
2. Seluruh sanadnya bersambung,.
3. Sejauh yang peneliti tahu, matan hadits terbebas dari unsur syadz.
4. Sejauh yang peneliti amati, matan hadits juga terbebas dari unsur illat.
Atas dasar uraian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa hadits yang diteliti berkualitas Hasan Lidzatihi, bisa diterima untuk dijadikan Hujjah, karena otentik berasal dari Nabi saw.
5. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa hadis yang diteliti memiliki 2 (dua) hadis Tabi’, tetapi keduanya tidak bisa meningkatkan derajat hadis yang diteliti . Atas dasar itu maka disimpulkan bahwa hadis tersebut termasuk kategori : Hadis Ahad Gharib. Wa Allah a’lam bi al-shawab.









































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About